Gubernur Yulius Dorong Percepatan Ekonomi Biru, KKP Siap Dukung Pembangunan Kelautan Sulut
Minahasa Tondano – Pewartaindonews.com Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Stavnus Komaling, terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi biru di Bumi Nyiur Melambai. Dalam kunjungan kerjanya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Gubernur Yulius menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, beserta jajaran pejabat eselon I KKP. Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara.
Pertemuan tersebut membahas arah kebijakan dan program kolaboratif dalam rangka mengoptimalkan potensi ekonomi laut yang selama ini belum tergarap maksimal. Sulawesi Utara, dengan kekayaan sumber daya kelautan yang melimpah, dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi biru di kawasan timur Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius menyoroti fakta bahwa 73 persen wilayah Sulawesi Utara merupakan lautan, namun kontribusi sektor kelautan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat rendah. “Sebagaimana kita ketahui, 73 persen wilayah Sulawesi Utara adalah laut. Namun kontribusi sektor kelautan terhadap PAD masih rendah, hanya sekitar Rp600 juta lebih. Ini tantangan besar sekaligus peluang besar bagi kita untuk mengelolanya dengan lebih profesional,” ujar Gubernur Yulius.
Ia menegaskan, dengan dukungan kebijakan dan bantuan dari pemerintah pusat, potensi kelautan tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Sulut. Menurutnya, jika dikelola dengan baik dan berbasis pada prinsip ekonomi biru, sektor kelautan bisa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Lebih lanjut, Gubernur Yulius juga menyoroti adanya ketimpangan antara potensi laut yang melimpah dan realisasi manfaat ekonominya. Ia menilai masih banyak potensi sumber daya laut yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat melalui intervensi kebijakan dan program nyata dari KKP.
“Kami berharap dukungan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pelabuhan, penguatan sarana nelayan, peningkatan kapasitas SDM kelautan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Nelayan kecil harus merasakan dampak langsung dari pembangunan sektor ini,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyambut positif langkah cepat Gubernur Sulawesi Utara dalam memperkuat sektor kelautan. Ia menyatakan kesiapan penuh KKP untuk memberikan dukungan teknis dan program penguatan ekonomi pesisir di Sulawesi Utara.
“Kami akan menyiapkan program khusus untuk Sulawesi Utara, termasuk dukungan teknis dan fasilitasi penguatan ekonomi pesisir. Potensi laut Sulut luar biasa besar dan ini harus menjadi motor penggerak ekonomi biru di kawasan timur Indonesia,” ujar Menteri Trenggono.
Dengan dukungan pemerintah pusat, diharapkan langkah strategis Gubernur Yulius dalam mempercepat pembangunan ekonomi biru dapat menjadikan Sulawesi Utara sebagai model pengelolaan kelautan berkelanjutan di Indonesia.
WEM














